
Jakarta, Hot Fun Stuffs Indonesia
—
Supergirl
(2026) sesungguhnya punya potensi besar menjadi dobrakan dalam menampilkan superhero yang rapuh dan punya celah emosional.
Sayangnya, potensi besar tersebut tersesat dalam eksekusi yang membingungkan. Film ini bukan tontonan yang sepenuhnya mengecewakan, namun ia gagal meninggalkan kesan mendalam atau menyajikan ketegangan yang berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksekusi kisah sepupu Superman ini justru terasa membosankan di tengah labirin plot yang gamang dan sajian visual yang teramat pekat.
Satu-satunya magnet yang menahan film ini agar tidak jatuh bebas adalah performa luar biasa Milly Alcock sebagai Kara Zor-El. Alcock dengan cerdas menyuntikkan gaya
edgy
yang berpadu dengan estetika film berkonsep punk rock dan kumuh.
Kara versinya tampil tidak sempurna. Ia merupakan seorang pahlawan yang urakan, sering bangun kesiangan dalam kondisi mabuk, serta menyembunyikan trauma masa lalunya di balik kacamata hitam besar yang eksentrik.
Keputusan casting Alcock sebagai Kara terasa makin solid berkat dukungan desain kostum yang mendetail serta tata produksi yang apik, terutama dalam memadukan efek praktis dan visual untuk riasan para monsternya.
Namun, di sana lah akhir dari segala pujian untuk Supergirl.
[Gambas:Video Hot Fun Stuffs]
Masalah mendasar film ini berakar pada naskah perdana film panjang tulisan Ana Nogueira yang terasa sangat lemah.
Alih-alih mengeksplorasi proses Kara keluar dari jerat depresi dan rasa dukanya melalui petualangan ini, skripnya justru memperlakukan narasi hanya sebagai wadah kosong untuk menumpuk efek visual.
Transformasi emosional Kara, mulai dari menghentikan lingkaran setan merusak diri sendiri hingga menemukan kembali tujuan hidupnya, terasa seperti asal tempel, bukan hasil perkembangan plot yang organik.
Tim kreatif seperti lebih memilih fokus untuk membuat film ini sangat punk rock, tapi ironisnya berakhir seperti versi hambar perkawinan Guardians of the Galaxy dan Mad Max.
Tak hanya itu, perjalanan karakter Ruthye (Eve Ridley) justru konsisten menjadi penggerak utama narasi film perdana Supergirl DCU ini. Akibatnya, Kara terlihat asing dan berkeliaran tanpa arah dalam filmnya sendiri.
Perjalanan antargalaksi Kara dalam film ini sesungguhnya hanya dua, yakni menaklukkan Krem dan menyelamatkan Krypto. Namun, dua hal itu gagal didalami secara emosional dalam 108 menit durasi film ini.
Isu sederhana digulirkan dalam plot yang tidak cukup menarik, hingga membuat rentetan adegan aksi di dalamnya terasa datar dan hambar.
Kelemahan itu ditambah dengan dialog kaku yang ditulis berlebihan, lengkap dengan pengulangan kalimat yang menjengkelkan tanpa urgensi yang jelas.
Nuansa menyenangkan dan percikan magis yang sebelumnya berhasil dibangun oleh James Gunn lewat Superman (2025) sama sekali tidak membekas di sini.
Kelesuan ini turut merembet ke jajaran pemeran pendukung. Jason Momoa sesungguhnya sangat natural sebagai Lobo, namun kehadirannya terasa terlalu aman dan mudah ditebak.
Matthias Schoenaerts yang mencoba memberikan kedalaman pada sosok antagonis utama, Krem, juga gagal membangun koneksi yang kuat dengan penonton.
Padahal, kelompok penjahatnya, The Brigands, digambarkan sebagai klan kejam yang melakukan penculikan dan perdagangan anak perempuan (the brides).
Konsep itu sebenarnya berpotensi memperkuat konflik. Sayangnya, konflik itu hanya jadi pemanis. Adegan Supergirl dengan the brides yang berpotensi menampilkan solidaritas perempuan juga hanya diolah di permukaan dan berlalu begitu saja tanpa bekas.
Kegagalan tersebut disempurnakan penampilan kaku dari Eve Ridley yang membuat perjalanan dan perkembangan emosional karakternya terasa hambar.
[Gambas:Youtube]
Secara keseluruhan, formula yang ditawarkan Supergirl tak ada yang baru, termasuk efek visualnya, dibandingkan film-film sejenisnya dan terasa sangat melelahkan.
Adegan-adegan action dalam film ini terasa hambar hingga tak meninggalkan bekas sama sekali ketika keluar studio.
Pada akhirnya, Supergirl gagal terbang tinggi bukan karena kekurangan modal atau buruknya efek visual, melainkan akibat naskah yang rapuh dan arah kreatif yang gamang.
Karakter sepotensial Kara Zor-El jelas pantas mendapatkan panggung yang jauh lebih megah dan narasi yang lebih bertenaga, ketimbang sekadar menjadi pengikut dalam petualangan suram yang menjemukan ini.
(chri/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Bahaya Tidur Dekat HP yang Perlu Diketahui, Punya Banyak Risiko
Baca lagi: Panduan Buka Blokir STNK
Baca lagi: Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah jadi 235 Orang




9 Responses
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://nvd.nist.gov/vuln/detail/CVE-2009-3523 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
akan sangat di sayangkan jika kalian tidk tahu artikel yang penuh makna ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A8%E0%B8%9B%E0%B8%B4%E0%B8%94%E0%B8%AA%E0%B8%B3%E0%B8%99%E0%B8%B1%E0%B8%81%E0%B8%87%E0%B8%B2%E0%B8%99_11072021/
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://andscape.com/features/studio-be-the-cultural-heartbeat-of-nba-all-star-weekend/ bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Terimakasih sudah memberikan artikel ini dan dengan penyampaian yang baik sehingga dapat dan mudah dimengrti publikhttps://www.kufirst.center.ku.ac.th/healthydrinks/
sangat mendorong pola pikir untuk berpikir jernih dan berani ambil keputusan setelah tau ada artikel ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/activities/page/6/ semangat
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://cve.cert.hr/cve/CVE-2009-3523 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://cvemon.intruder.io/cves/CVE-2009-2653, lumayan buat pelengkap.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan http://opensource.platon.sk/forum/projects/viewtopic.php?p=12367664 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://www.seebug.org/vuldb/ssvid-4434 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.