
Jakarta, Hot Fun Stuffs Indonesia
—
Film animasi kembali menguasai
box office
China. Tahun ini, giliran
All Wishes Come True!
sukses menggebrak panggung bioskop China setelah Ne Zha 2 dan Nobody pada 2025.
All Wishes Come True! tampil sangat perkasa dengan langsung melampaui angka pendapatan fantastis 200 juta yuan atau setara Rp530,26 miliar dalam akhir pekan pembukaannya setelah rilis pada Sabtu (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Variety
pada Minggu (19/7) memberitakan film tersebut hanya berada di bawah Kung Fu Soccer yang bertahan di puncak pada akhir pekan lalu, berdasarkan data ARtisan Gateway.
Kung Fu Soccer pada periode itu atau pada pekan keduanya berhasil mengumpulkan 501,1 juta yuan atau setara Rp1,32 triliun.
Global Times
pada Minggu (19/7) memberitakan All Wishes Come True tak hanya kuat secara box office, tapi juga mendapat respons sangat luar biasa di situs ulasan populer China, Douban, dengan mengantongi skor 8,3 dari 10.
Angka tersebut untuk sementara menempatkan All Wishes Come True! di peringkat pertama dalam hal ulasan terbaik di antara seluruh film rilisan baru pada musim panas tahun 2026.
[Gambas:Video Hot Fun Stuffs]
Netizen juga ramai melayangkan pujian dan mengaku terpukau oleh estetika visual khas China yang indah serta adegan seni bela diri tradisional yang intens, hingga diprediksikan menjadi “kuda hitam” di musim ini.
Berbeda dengan narasi mitologi China konvensional, film tersebut justru menyoroti kehidupan fana masyarakat akar rumput dari Eight Immortals sebelum mereka mencapai tingkat ketuhanan.
Sutradara sekaligus penulis skenario Mu Zhengyang mengungkapkan bahwa ia ingin menghidupkan kembali legenda populer The Eight immortals Crossing the Sea lewat karakter fana yang memiliki kekurangan, keinginan pribadi, dan konflik internal, sehingga terasa lebih dekat dengan penonton.
Dari segi visual, Mu mengungkapkan bahwa tim desainnya menarik inspirasi langsung dari lukisan kuno dan cetakan Tahun Baru tradisional, serta menerapkan sistem lima warna klasik China untuk memberikan tampilan orisinal pada setiap tokoh.
Setiap pakaian karakter juga dihiasi motif tersembunyi yang mencerminkan latar belakang mereka, seperti motif harimau pada pakaian Zhongli Quan untuk menunjukkan kepribadiannya yang kompleks.
Begitu pula dengan sulaman teratai pada He Xiangu, serta motif tanaman obat pada jubah Tieguai Li yang dikenal sebagai dewa ahli herbal dalam cerita rakyat.
Aspek koreografi aksi yang menjadi salah satu sorotan utama film ini diarahkan langsung oleh jajaran sutradara bela diri veteran, memadukan gaya kung fu autentik dengan karakter masing-masing tokoh.
Melalui judul bahasa Inggrisnya, All Wishes Come True!, ia ingin menekankan tema inti tentang mengabulkan setiap keinginan, yang jadi motor penggerak transformasi para tokoh dari keegoisan menuju kepahlawanan yang tanpa pamrih.
Ia menegaskan bahwa esensi sejati dari ketuhanan bukan tentang kekuatan atau hidup abadi, melainkan keberanian untuk melindungi sesama.
Belum ada informasi mengenai jadwal tayang All Wishes Come True di bioskop Indonesia. Namun, film ini dijadwalkan tayang global 4 September.
[Gambas:Youtube]
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Bos Baru BGN Sudaryono Janji Dengarkan Kritik Warga RI soal MBG
Baca lagi: 7 Kebiasaan Orang yang Mentalnya Kuat, Tak Sekadar Tahan Banting
Baca lagi: Sarwendah Didatangi Debt Collector, Pilih Angkat Kaki dari Rumah Mewah



3 Responses
Penjelasan di artikel ini benar-benar ngebuka wawasan baru buat saya, bahasannya rapi dan gampang diikuti. Kebetulan saya juga nemu info tambahan yang selaras di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320639773_htm sebagai bahan bacaan extra.
Mantap ulasannya! Informatif sekali dan langsung to the point tanpa bertele-tele. Sekadar berbagi referensi pelengkap, buat yang mau mendalami materi serupa bisa mampir ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297252615_htm
Gaya penulisan yang santai tapi isinya berbobot banget, enak dibaca sampai selesai. Top cer min! Bagi yang sedang mencari bacaan pelengkap topik ini, bisa meluncur juga ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320262954_htm